Media Pena Hukum

Kaops Damai Cartenz: Penanganan Papua Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Penulis: Sambudi | July 17, 2025

Jakarta — Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa situasi keamanan di Papua saat ini masih tergolong kondusif dan terkendali, meskipun terdapat sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan yang tinggi akibat aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pernyataan ini disampaikan dalam forum silaturahmi bersama media di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

“Sampai saat ini situasi di Papua masih dalam kondisi kondusif. Memang ada dinamika dan kerawanan, tetapi seluruhnya masih dalam kendali kami,” ujar Kaops Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. saat di hadapan awak media.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan konflik dan keamanan di Papua tidak bisa dibebankan hanya kepada institusi Polri maupun TNI. Menurutnya, adalah bagian dari kebijakan nasional yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Polri tidak mungkin berdiri sendiri. Penanganan Papua harus menjadi kerja kolektif seluruh stakeholder. Ini menyangkut pendekatan keamanan, sosial, ekonomi, dan pembangunan,” ujarnya.

Dijelaskan Kaops Damai Cartenz, pihaknya memetakan aktivitas KKB tersebar di sekitar 14 kabupaten, dengan 11 kabupaten masuk dalam wilayah operasi aktif Satgas Damai Cartenz. Dari jumlah tersebut, 5 kabupaten teridentifikasi memiliki intensitas gangguan keamanan yang tinggi, terutama karena dominasi anggota KKB yang berasal dari kalangan anak muda dan milenial.

“Kelompok-kelompok ini banyak merekrut pemuda dengan berbagai alasan, tidak hanya karena ideologi Papua merdeka, tetapi juga karena faktor lain seperti minimnya lapangan kerja, kesenjangan pembangunan, dan keterbatasan akses terhadap kesejahteraan,” ungkapnya.

Selain KKB, aparat juga mengidentifikasi ancaman dari Kelompok Kriminal Politik (KKP) yang menyebarkan paham separatis melalui pendekatan ideologis dan intelektual.

“Kalau KKB menggunakan senjata, maka KKP menggunakan wacana politik dan ideologis. Mereka menyasar kesadaran intelektual, termasuk kepada mereka yang awalnya tidak simpati. Kalau ini tidak ditangani dengan serius, bisa menumbuhkan simpati baru dan itu jauh lebih berbahaya,” ujarnya.

Kaops Damai Cartenz juga mengungkapkan bahwa senjata yang digunakan KKB berasal dari tiga sumber utama: pembelian dari dalam dan luar negeri, hasil perampasan, serta distribusi dari jaringan gelap lokal. Bahkan, kelompok tersebut diketahui menjalin koneksi dengan penyelundup dari Filipina dan Papua Nugini.

“Tiap tahun kami ungkap jaringan penyalur senjata. Pada Maret lalu kami tangkap pelaku yang menguasai 12 pucuk senjata api dan hampir 4.000 butir amunisi. Mereka membeli, menyelundupkan, bahkan memanfaatkan celah di perbatasan dan jalur laut,” jelasnya.

Ia menambahkan, Polri terus berupaya memutus mata rantai distribusi senjata, termasuk dengan pengawasan jaringan lintas wilayah hingga ke Sulawesi Utara dan kawasan perbatasan internasional.

Terkait pendanaan, disebutkan bahwa KKB memperoleh dana dari berbagai sumber, termasuk aksi kriminal dan penyalahgunaan dana desa. Ada indikasi mereka memaksa kepala desa maupun kepala distrik untuk menyerahkan sejumlah uang.

“Kami sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa kepala desa dan kepala distrik yang terbukti menyerahkan dana kepada kelompok ini. Dana itu digunakan untuk membeli senjata dan membiayai operasional mereka,” katanya.

Di sisi lain, medan geografis Papua disebut menjadi tantangan besar dalam pemberantasan KKB. Wilayah yang luas, akses terbatas, serta minimnya infrastruktur memperlambat pergerakan dan jangkauan operasi aparat.

“Wilayah Papua itu 2-4 kali lipat lebih besar dari Pulau Jawa. Infrastruktur minim, cuaca ekstrem, dan tantangan logistik memperberat semua proses,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan perubahan paradigma. Tidak bisa hanya mengandalkan operasi keamanan semata, tetapi juga perlu penanganan sosial, ekonomi, dan ideologis secara serempak.

“Permasalahannya bukan cuma senjata. Ada ketimpangan, ada keterbatasan, ada luka sejarah. Maka penyelesaiannya harus berbasis paradigma yang baru—komprehensif, tidak bisa parsial. Kalau belum satu pemahaman, sulit bicara strategi teknis jangka panjang,” pungkas Kaops Damai Cartenz.

Berita Terbaru

Video Terbaru

Berita Lainnya

Peringatan Tanggap Warsa 1 Sura 1959 DMD AK “Perjalanan” Digelar di Jatirangga, Kota Bekasi

Peringatan Tanggap Warsa 1 Sura 1959 DMD AK “Perjalanan” Digelar di Jatirangga, Kota Bekasi

Kota Bekasi — Dalam semangat kebangsaan dan spiritualitas, komunitas aliran kebatinan “Perjalanan” memperingati Tanggap Warsa 1 Sura 1959 Saka DMD

SIARAN PERS Anggota DPD RI/MPR RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Selasa, 16 September 2025

SIARAN PERS Anggota DPD RI/MPR RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Selasa, 16 September 2025

SIARAN PERS Anggota DPD RI/MPR RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Selasa, 16 September 2025 ————- Kepentingan Pertahanan Semesta, Dorong Presiden

Kapolres Metro Bekasi Pimpin Sertijab, Pengukuhan, dan Kenal Pamit Pejabat Baru di Gedung Promoter

Kapolres Metro Bekasi Pimpin Sertijab, Pengukuhan, dan Kenal Pamit Pejabat Baru di Gedung Promoter

Kapolres Metro Bekasi Pimpin Sertijab, Pengukuhan, dan Kenal Pamit Pejabat Baru di Gedung Promoter   Kabupaten Bekasi – Suasana penuh

Polri Terjunkan 1.437 Personel Amankan Aksi “177” Ojol di Silang Selatan Monas

Polri Terjunkan 1.437 Personel Amankan Aksi “177” Ojol di Silang Selatan Monas

Jakarta Pusat – Sebanyak 1.437 personel Polri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan

Anev Kinerja Digelar, Dorong Penguatan Internal yang Modern dan Berkeadilan

Anev Kinerja Digelar, Dorong Penguatan Internal yang Modern dan Berkeadilan

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan internal di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Divisi Profesi

Polsek Bekasi Utara Gencarkan Sosialisasi Larangan Klakson Telolet dalam Operasi Patuh Jaya 2025

Polsek Bekasi Utara Gencarkan Sosialisasi Larangan Klakson Telolet dalam Operasi Patuh Jaya 2025

Polsek Bekasi Utara Gencarkan Sosialisasi Larangan Klakson Telolet dalam Operasi Patuh Jaya 2025   KOTA BEKASI – Polsek Bekasi Utara terus

Polsek Medansatria Gelar Penyuluhan Narkoba, Bullying, dan Kenakalan Remaja di SMAK Penabur Harapan Indah

Polsek Medansatria Gelar Penyuluhan Narkoba, Bullying, dan Kenakalan Remaja di SMAK Penabur Harapan Indah

Kota Bekasi - Polsek Medansatria menggelar kegiatan penyuluhan di SMAK Penabur Harapan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. Penyuluhan ini membahas

Beri Apresiasi Pemenang Kreasi Polri Untuk Masyarakat, Kapolri: Terus Kembangkan Potensi Diri

Beri Apresiasi Pemenang Kreasi Polri Untuk Masyarakat, Kapolri: Terus Kembangkan Potensi Diri

Beri Apresiasi Pemenang Kreasi Polri Untuk Masyarakat, Kapolri: Terus Kembangkan Potensi Diri   Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan

Polsek Bekasi Utara Gelar Operasi Patuh Jaya 2025 di Jalan Perjuangan

Polsek Bekasi Utara Gelar Operasi Patuh Jaya 2025 di Jalan Perjuangan

KOTA BEKASI — Polsek Bekasi Utara Polres Metro Bekasi Kota terus gencar melaksanakan Operasi Patuh Jaya 2025. Kegiatan dipimpin langsung

OPERASI PATUH JAYA 2025 POLSEK BANTAR GEBANG: Wujud Kepedulian Polri Ciptakan Budaya Tertib Berlalu Lintas

OPERASI PATUH JAYA 2025 POLSEK BANTAR GEBANG: Wujud Kepedulian Polri Ciptakan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Bekasi Kota — Dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Polsek Bantar Gebang gencar melaksanakan Operasi